{"id":170,"date":"2023-11-23T10:49:47","date_gmt":"2023-11-23T10:49:47","guid":{"rendered":"https:\/\/anglurabisatya.com\/?p=170"},"modified":"2023-11-21T11:04:06","modified_gmt":"2023-11-21T11:04:06","slug":"cacat-logika-slippery-slope-contoh-serangan-dan-cara-bertahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/anglurabisatya.com\/?p=170","title":{"rendered":"Cacat Logika: Slippery Slope. Contoh Serangan dan Cara Bertahan."},"content":{"rendered":"<div id=\"attachment_171\" style=\"width: 522px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-171\" class=\"size-full wp-image-171\" src=\"https:\/\/anglurabisatya.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/d7cd7236-fe2a-4676-95b2-900339999519.jpeg\" alt=\"Slippery Slopes Arguments Art. Credit: deepAI.org\" width=\"512\" height=\"512\" srcset=\"https:\/\/anglurabisatya.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/d7cd7236-fe2a-4676-95b2-900339999519.jpeg 512w, https:\/\/anglurabisatya.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/d7cd7236-fe2a-4676-95b2-900339999519-300x300.jpeg 300w, https:\/\/anglurabisatya.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/d7cd7236-fe2a-4676-95b2-900339999519-150x150.jpeg 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 512px) 100vw, 512px\" \/><p id=\"caption-attachment-171\" class=\"wp-caption-text\">Slippery Slopes Arguments Art. Credit: deepAI.org<\/p><\/div>\n<p>Slippery Slope adalah kekeliruan logika yang terjadi ketika sebuah argumen menegaskan bahwa peristiwa tertentu pasti akan mengarah pada rangkaian peristiwa terkait, biasanya dengan konsekuensi negatif.<\/p>\n<p>Argumen Slippery Slope (Terjemahan ugal-ugalan Bahasa Indonesianya adalah &#8216;lereng licin&#8217;) menyatakan bahwa jika kita membiarkan suatu peristiwa terjadi, maka hal tersebut akan memicu serangkaian peristiwa yang akan membawa pada hasil yang tidak diinginkan, seringkali tanpa bukti yang cukup untuk mendukung rantai sebab akibat tersebut.<\/p>\n<p>Mengidentifikasi Slippery Slope cukup sederhana, yaitu ketika sebuah argumen yang menyatakan bahwa tindakan atau keputusan tertentu akan menimbulkan serangkaian konsekuensi negatif. Tapi tanpa menyertai bukti yang cukup.<\/p>\n<p>Berikut adalah contoh argumen Slippery Slope :<\/p>\n<ul>\n<li>LGBTQ+: <em>&#8220;Jika kita toleran terhadap kaum LGBT maka anak-anak kita akan menjadi homo.&#8221;<\/em><\/li>\n<li>Sensor: <em>&#8220;Jika kami tidak melarang acara kontroversial ini, warga sekitar akan menjadi kafir.&#8221;<\/em><\/li>\n<li>Pengawasan: <em>&#8220;Membiarkan lembaga pemerintah mengumpulkan metadata untuk tujuan keamanan nasional pasti akan mengarah pada pengawasan massal terhadap warga yang tidak bersalah.&#8221;<\/em><\/li>\n<li>Kode Pakaian Sekolah: <em>&#8220;Jika kita memperbolehkan siswa mengenakan pakaian bebas, hal ini akan menyebabkan penurunan disiplin, dan siswa akan segera menghadiri kelas dengan pakaian yang tidak pantas.&#8221;<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p>Menanggapi argumen Slippery Slope melibatkan tantangan terhadap asumsi bahwa satu peristiwa pasti akan membawa serangkaian hasil negatif.<\/p>\n<p>Ingat, jika ingin menantang cacat logika Slippery Slope yang akan Anda tantang adalah asumsi.<\/p>\n<p>Berikut beberapa cara untuk merespons:<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<ul>\n<li><strong>Minta Bukti<\/strong>: Mintalah bukti nyata yang mendukung klaim bahwa suatu peristiwa akan menyebabkan peristiwa lainnya. Tanpa bukti yang cukup, argumen tersebut tetap bersifat spekulatif.<br \/>\n<strong>Contoh respon<\/strong>: <em>&#8220;Bukti-bukti apa yang cukup dalam mendukung pendapat Anda?&#8221;<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Validasi Asumsi<\/strong>: Periksa asumsi yang mendasari argumen Slippery Slope dan pertanyakanlah apakah asumsi tersebut valid. Tidak semua rangkaian peristiwa, yang menjadi dasar Slippery Slope tidak bisa dihindari atau malah terjadi.<br \/>\n<strong>Contoh respon<\/strong>: <em>&#8220;Apakah bukti yang Anda jelaskan valid? Apakah ada cara menghindarinya?&#8221;<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Identifikasi Alternatif<\/strong>: Jelajahi kemungkinan-kemungkinan alternatif yang memutus rangkaian kejadian yang diharapkan. Tunjukkan bahwa ada hasil potensial lain yang tidak mengarah pada konsekuensi negatif yang diperkirakan. Cara ini bisa berhasil jika Anda punya solusi alternatif.<br \/>\n<strong>Contoh respon<\/strong>: <em>&#8220;Ada contoh lain dari konsekuensi argumen Anda. Ini saya tawarkan contoh lain dari argumen yang sedang kita bicarakan.&#8221;<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Evaluasi Jarak<\/strong>: Pertimbangkan besarnya jarak setiap langkah di Slippery Slope. Apakah konsekuensi yang dikatakan sebanding dengan argumen awal? Jika konsekuensinya ekstrem dan terlalu jauh, hal ini mungkin menunjukkan argumen yang lemah.<br \/>\n<strong>Contoh respon<\/strong>: <em>&#8220;Antara konsekuensi negatif yang Anda kemukakan dengan argumen sangat jauh jaraknya. Contohnya adalah dengan bukti A, B, C, D dan seterusnya. Apakah ada kemungkinan bahwa konsekuensi argumen yang dikemukakan tidak begitu kuat?&#8221;<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Sorot Kesenjangan Logis<\/strong>: Tunjukkan kesenjangan logis atau mata rantai yang hilang dalam rantai sebab akibat. Jika hubungan antara masing-masing langkah lemah atau tidak didukung, hal ini akan melemahkan argumen secara keseluruhan. <strong>Contoh respon<\/strong>: <em>&#8220;Ada yang hilang dalam hubungan rantai sebab akibat dalam argumen Anda. Argumen Anda berkata jika A maka akan menjadi F. Disini tidak ada hubungan antara A dengan B, C, D dan E. Banyak sekali rantai sebab akibat yang hilang. Apakah ada argumen lain yang lebih kuat dalam mendukung rantai hubungan sebab akibat antara A menjadi F?&#8221;<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h6>* CACAT LOGIKA ADALAH SERI PANDUAN BAGAIMANA MELAKUKAN IDENTIFIKASI SERANGAN PADA DIRI SEHARI-HARI. SERI PANDUAN INI DIKELUARKAN AGAR KITA SEMUA DAPAT MEMAHAMI SUMBER SERANGAN, BAGAIMANA CARA MEMPERTAHANKAN DIRI DAN MENGHINDARI PEMAKAIAN CACAT LOGIKA DALAM SEHARI-HARI AGAR LEBIH KRITIS DALAM BERPIKIR.<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Slippery Slope adalah kekeliruan logika yang terjadi ketika sebuah argumen menegaskan bahwa peristiwa tertentu pasti akan mengarah pada rangkaian peristiwa terkait, biasanya dengan konsekuensi negatif. Argumen Slippery Slope (Terjemahan ugal-ugalan Bahasa Indonesianya adalah &#8216;lereng licin&#8217;) menyatakan bahwa jika kita membiarkan suatu peristiwa terjadi, maka hal tersebut akan memicu serangkaian peristiwa yang akan membawa pada hasil [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"advanced_seo_description":"","jetpack_seo_html_title":"","jetpack_seo_noindex":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[20,9,6],"tags":[],"class_list":["post-170","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kritis","category-opsec","category-panduan","post-preview"],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[{"id":189,"url":"https:\/\/anglurabisatya.com\/?p=189","url_meta":{"origin":170,"position":0},"title":"Cacat Logika: Red Herring. Kejatuhan Seorang Presiden","author":"chlo","date":"December 8, 2023","format":false,"excerpt":"Red Herring muncul sebagai taktik licik dan menyesatkan yang mengalihkan perhatian dari isu utama yang ada. Berasal dari praktik penggunaan ikan yang berbau menyengat untuk menyesatkan anjing pelacak melalui bau. Cacat logika Red Herring telah meninggalkan jejak dalam sejarah manusia dengan membawa individu, masyarakat, dan bahkan negara ke jalur yang\u2026","rel":"","context":"In &quot;crime&quot;","block_context":{"text":"crime","link":"https:\/\/anglurabisatya.com\/?cat=11"},"img":{"alt_text":"Red Herring. Kejatuhan Seorang Presiden. AI generated image. Credit: Craiyon.com","src":"https:\/\/i0.wp.com\/anglurabisatya.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Screenshot-2023-11-28-at-18.04.00-295x300.png?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":176,"url":"https:\/\/anglurabisatya.com\/?p=176","url_meta":{"origin":170,"position":1},"title":"Cacat Logika: Argument From Ignorance. Kasus Rumah Berhantu.","author":"chlo","date":"November 28, 2023","format":false,"excerpt":"Argument from ignorance (dalam bahasa Indonesia yaitu \"argumen dari ketidaktahuan\") adalah pernyataan bahwa suatu klaim benar atau salah karena kurangnya bukti yang menyatakan sebaliknya. Penutur beranggapan bahwa pendiriannya benar karena belum atau tidak dapat dibuktikan salahnya, atau pendirian lawannya salah karena belum atau tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Dalam alur pemikiran\u2026","rel":"","context":"In &quot;kritis&quot;","block_context":{"text":"kritis","link":"https:\/\/anglurabisatya.com\/?cat=20"},"img":{"alt_text":"Argument From Ignorance. Rumah berhantu.","src":"https:\/\/i0.wp.com\/anglurabisatya.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cf480877-cd26-4948-9830-d4058c3428a8-300x300.jpeg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":165,"url":"https:\/\/anglurabisatya.com\/?p=165","url_meta":{"origin":170,"position":2},"title":"Cacat Logika: Ad Hominem. Contoh Serangan dan Cara Bertahan.","author":"chlo","date":"November 21, 2023","format":false,"excerpt":"Sebuah argumen ad hominem dalam politik terjadi ketika seseorang menyerang individu yang menyampaikan argumen ketimbang membahas substansi dari argumen itu sendiri. Berikut adalah contohnya: Dalam Politik Misalkan Kandidat A dan Kandidat B sedang berdebat mengenai suatu isu kebijakan, dan Kandidat A menyajikan argumen yang didukung dengan baik mengenai suatu kebijakan\u2026","rel":"","context":"In &quot;kritis&quot;","block_context":{"text":"kritis","link":"https:\/\/anglurabisatya.com\/?cat=20"},"img":{"alt_text":"ad hominem","src":"https:\/\/i0.wp.com\/anglurabisatya.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/b1cd6cc3-987a-4a2a-8619-e731903976ed.jpeg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":186,"url":"https:\/\/anglurabisatya.com\/?p=186","url_meta":{"origin":170,"position":3},"title":"Cacat Logika: Non Sequitur. Jaka Sembung Bawa Golok.","author":"chlo","date":"December 6, 2023","format":false,"excerpt":"Non sequitur adalah istilah Latin yang diterjemahkan menjadi \"tidak mengikuti\". Dalam logika dan retorika, non sequitur adalah kekeliruan yang kesimpulannya tidak mengikuti premis atau bukti yang diberikan secara logis. Pada dasarnya, ini adalah pernyataan atau argumen yang tidak memiliki hubungan atau relevansi yang jelas dengan pernyataan atau argumen sebelumnya. Istilah\u2026","rel":"","context":"In &quot;kritis&quot;","block_context":{"text":"kritis","link":"https:\/\/anglurabisatya.com\/?cat=20"},"img":{"alt_text":"Non Sequitur. Jaka Sembung Bawa Golok. Credit: DeepAI.org","src":"https:\/\/i0.wp.com\/anglurabisatya.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/3df137ca-5d7d-4da4-9593-426859dd2497-300x300.jpeg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":180,"url":"https:\/\/anglurabisatya.com\/?p=180","url_meta":{"origin":170,"position":4},"title":"Cacat Logika: Straw Man si Manusia Jerami. Sejarah Cacat Berujung Nyawa.","author":"chlo","date":"November 29, 2023","format":false,"excerpt":"Dalam ranah perdebatan dan wacana, cacat logika Straw Man (manusia jerami atau lebih dikenal sebagai orang-orangan sawah di Indonesia) merupakan taktik licik yang digunakan oleh individu untuk menggambarkan posisi lawan agar terlihat salah. Kekeliruan logika ini melibatkan cara membesar-besarkan argumen agar lebih mudah diserang, mengalihkan perhatian dari permasalahan sebenarnya yang\u2026","rel":"","context":"In &quot;kritis&quot;","block_context":{"text":"kritis","link":"https:\/\/anglurabisatya.com\/?cat=20"},"img":{"alt_text":"Straw Man si Manusia Jerami. Sejarah Cacat Berujung Nyawa. Credit: DeepAI.org","src":"https:\/\/i0.wp.com\/anglurabisatya.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/c807bf68-216a-4de6-9245-572023b9cc5e-300x300.jpeg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":183,"url":"https:\/\/anglurabisatya.com\/?p=183","url_meta":{"origin":170,"position":5},"title":"Cacat Logika: Hasty Generalization. Kasus Sentimen Anti-Muslim","author":"chlo","date":"December 4, 2023","format":false,"excerpt":"Hasty Generalization adalah cacat logika dimana membangung generalisasi secara tergesa-gesa. Kekeliruan ini merupakan jebakan umum yang dapat mengarah pada kesimpulan yang salah dan keyakinan yang salah arah. Kekeliruan ini terjadi ketika seseorang menarik kesimpulan berdasarkan bukti yang tidak cukup atau tidak representatif. Mengapa Orang Menggunakan Generalisasi Tergesa-gesa? Bias Kognitif. Generalisasi\u2026","rel":"","context":"In &quot;kritis&quot;","block_context":{"text":"kritis","link":"https:\/\/anglurabisatya.com\/?cat=20"},"img":{"alt_text":"Hasty Generalization. Anti-Muslim. Credit: DeepAI.org","src":"https:\/\/i0.wp.com\/anglurabisatya.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/51129fa6-458c-4c6f-9179-15c7af653eaf-300x300.jpeg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200},"classes":[]}],"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pfkYZ3-2K","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/anglurabisatya.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/170","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/anglurabisatya.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/anglurabisatya.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/anglurabisatya.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/anglurabisatya.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=170"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/anglurabisatya.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/170\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":174,"href":"https:\/\/anglurabisatya.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/170\/revisions\/174"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/anglurabisatya.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=170"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/anglurabisatya.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=170"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/anglurabisatya.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=170"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}