Berjalan bersama sahabat mencari kebaikan.

Category: resensi suka-suka (Page 2 of 2)

Dunia Tenzinger

Dunia Tenzinger, merupakan salah satu tulisan dalam buku ini

Waktu menunjukan pukul 23:30 suara tikus dan gerak geriknya mulai terdengar di kamar kos dan membuyarkan konsentrasi saya. Entah darimana tikus itu masuk, karena posisi kamar kost tertutup. Atau mungkin dia masuk sejak pintu masih terbuka.. dan sudah lama bersembunyi didalam kamar? Ah entahlah, saya tidak tahu. Beberapa lembar kerja yang harus saya isi dan dikumpulkan saat test besok, masih saya pegang karena belum selesai saya jawab.

Merasa terganggu dengan suara dan gerak gerik tikus, Lembar kerja sementara saya simpan dan mencoba mencari tikus itu, mulai dari sumber suaranya. Suara itu terdengar dari belakang lemari. Lemari saya geser, ternyata kosong. Kemudian terlihat ia berlari entah dari arah mana, menyusup ke tempat sendal, langsung saya pindahkan tempat sendal, eh tidak ada dia disana.

Lalu tikus itu terlihat berlari lagi menyeberang dari bawah lemari, masuk ke kolong tempat tidur saya. Tempat tidur saya saat itu spring bed ukuran single. Saya geser tempat tidur, tidak ditemukan. Dan dengan susah payah saya membalik spring bed yang beratnya Naudzubillah, tapi belum ketemu juga. Tikus itu bergerak riang kesana kemari, lalu bersembunyi seperti main petak umpet dan seolah meledek saya. Begitu terus menerus.

Continue reading

Bukan Kamu Yang Melempar, Tetapi Allah Yang Melempar

Sebuah pepatah mengatakan:

Mereka yang tidak bisa belajar dari sejarah, ditakdirkan untuk mengulanginya”

Winston Churcill-

Novel Ladang Perminus dan Novel Orang- Orang Proyek

Selepas membaca Novel Ladang Perminus dan dan Novel Orang-orang Proyek, saya menemukan kesamaan alur antara Kedua Novel ini dengan 2 Tahun pasca peristiwa TWK KPK. F, selaku eksekutor TWK, mengalami seperti yang ada dalam novel-novel tersebut alami.

Kedua novel ini hadiah dari salah satu teman KPK, sebagai kenang-kenangan beberapa hari setelah saya dan teman-teman disingkirkan F dari KPK, Oktober 2021. Tetapi karena total ada 19 buku utang bacaan yang perlu saya baca, sehingga baru kali ini bisa menyelesaikan keduanya. Maklum dulu saat di KPK, teramat sangat sulit untuk me-time, bahkan untuk sekedar baca buku pun. Dari utang-utang bacaan ini, yang terlama adalah buku yang saya beli tahun 2014.

Setelah di titeni, ada untungnya buku ini terbaca setelah 2th kami disingkirkan, sehingga Imbas dari penyingkiran itu sudah terlihat sekarang. Yang kisahnya sangat mirip dengan yang terjadi dalam 2 Novel ini. Mau tahu kisahnya? Simak Resensi Suka-Suka (RSS) berikut yaaa…

Continue reading

Newer posts »

© 2025 Anglurabisatya