Berjalan bersama sahabat mencari kebaikan.

Category: pedula (Page 2 of 3)

Dunia Tenzinger

Dunia Tenzinger, merupakan salah satu tulisan dalam buku ini

Waktu menunjukan pukul 23:30 suara tikus dan gerak geriknya mulai terdengar di kamar kos dan membuyarkan konsentrasi saya. Entah darimana tikus itu masuk, karena posisi kamar kost tertutup. Atau mungkin dia masuk sejak pintu masih terbuka.. dan sudah lama bersembunyi didalam kamar? Ah entahlah, saya tidak tahu. Beberapa lembar kerja yang harus saya isi dan dikumpulkan saat test besok, masih saya pegang karena belum selesai saya jawab.

Merasa terganggu dengan suara dan gerak gerik tikus, Lembar kerja sementara saya simpan dan mencoba mencari tikus itu, mulai dari sumber suaranya. Suara itu terdengar dari belakang lemari. Lemari saya geser, ternyata kosong. Kemudian terlihat ia berlari entah dari arah mana, menyusup ke tempat sendal, langsung saya pindahkan tempat sendal, eh tidak ada dia disana.

Lalu tikus itu terlihat berlari lagi menyeberang dari bawah lemari, masuk ke kolong tempat tidur saya. Tempat tidur saya saat itu spring bed ukuran single. Saya geser tempat tidur, tidak ditemukan. Dan dengan susah payah saya membalik spring bed yang beratnya Naudzubillah, tapi belum ketemu juga. Tikus itu bergerak riang kesana kemari, lalu bersembunyi seperti main petak umpet dan seolah meledek saya. Begitu terus menerus.

Continue reading

Belajar Dari Anak-Anak Ya’qub

Tulisan yang dibuat saat saya masih pegawai KPK dan merasa resah dengan direvisinya UU KPK

Revisi UU KPK yang dinilai terlalu tergesa-gesa pengesahannya, menoreh luka bagi para pejuang anti korupsi. Setelah sebelumnya penetapan Capim KPK diketok palu, pada 13 September, menjelang pukul 1 dini hari. Rasanya, tertutup semua jalan pemberantasan korupsi. Benturan terhadap KPK terus menerus. Penggembosan KPK yang dari dulu jarang berhasil, saat ini membuahkan hasil sempurna, bahkan tidak sekadar digembosi, tapi kali ini dikubur. Memang tak dipungkiri, koruptor adalah pencuri yang pintar. Mereka, terus mempelajari pola lawannaya, untuk menentukan arah serangan. Sekarang, pola serangan sudah terstruktur, sistematis dan masif. Akhirnya..

Done, mereka berhasil!”. Selamat kepada Anda para koruptor. Saat saya kuliah dulu, sering mendengar yel-yel mahasiswa yang berdemo, sambil membentuk border “Rakyat bersatu tak bisa dikalahkan 3x”. Kini masanya dibalik, “Koruptor bersatu, tak bisa dikalahkan 3x”.

Continue reading

« Older posts Newer posts »

© 2025 Anglurabisatya